Obat Flu Burung ?!!

27 03 2008

NUSA DUA - Indonesia berencana mengembangkan obat baru bagi penyakit flu burung. Ini mengingat virus H5N1 yang merebak saat ini sudah mengalami perubahan genetik yang mengarah ke mutasi.”Di Indonesia, kami temukan adanya perubahan genetik H5N1 yang mengarah ke mutasi. Sedangkan obat yang ada resisten dengan virusnya,” ujar Ketua Panel Ahli Komnas Flu Burung Amin Subandrio dalam Konferensi Tahunan ke-6 Flu Burung, di The Westin Hotel & Resort, Nusa Dua, Bali, Kamis (27/3/2008).Amin yang mewakili delegasi Indonesia memaparkan, virus H5N1 makin kebal (resisten) seiring dengan sering dikonsumsinya oseltamivir atau tamiflu. Kondisi serupa terjadi di Vietnam dan Hongkong.Departemen Kesehatan, kata Amin, selama ini terus berusaha membatasi dosis obat-obat anti virus flu burung seperti tamiflu. Namun demikian, upaya itu kalah cepat dengan perkembangan virus H5N1.”Pengembangan obat butuh waktu 5-10 tahun. Sedangkan virus dalam kurun dua tahun saja sudah resisten dan terlatih,” ujarnya.Menurut Amin, upaya yang bisa dilakukan yakni dengan mengembangkan obat flu burung jenis baru atau menambah dosis obat yang ada saat ini. “Selain itu, obat flu burung yang baru juga harus disesuaikan bagi kalangan anak untuk mencegah efek toksit atau racun,” tuntasnya.Konferensi Tahunan ke-6 Flu Burung diikuti ahli dan pakar kesehatan dari 25 negara, di antaranya Indonesia, Amerika, China, Hongkong, Vietnam, dan Afrika Selatan. Pertemuan keenam itu dianggap penting karena kasus flu burung sudah menyebar di 40 negara. Jumlah nyawa yang terenggut mencapai 200 orang lebih, 100 di antaranya di Indonesia. 


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar